450 Brand Hadir pada Pameran Indonesia’s Biggest Business Expo

02 Sep 2017

 

JAKARTA, ITN– REED Panorama Exhibitions (RPE) kembali menyelenggarakan pameran bisnis terlengkap dan terbesar di Indonesia bertajuk Indonesia’s Biggest Business Expo  di Hall A dan B Jakarta Convention Center pada 8 -10 September 2017 mendatang.

Pameran ini menggabungkan tiga pameran bisnis dalam satu atap yaitu Franchise & License Expo Indonesia (FLEI)  2017, Cafe & Brasserie Indonesia (CBI) 2017, dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2017.

Indonesia’s Biggest Business Expo tahun ini menawarkan solusi bisnis yang terintegrasi dan terlengkap baik bagi pihak investor maupun pengusaha yang bergerak di ketiga industri tersebut dan sebanyak lima paviliun negara, serta 450 brand dari 18 negara ikut serta dalam pameran itu.

Tahun 2016 ditutup dengan banyak harapan untuk tumbuh kembangnya industri waralaba tanah air. Presiden Joko Widodo juga optimis bahwa sektor waralaba Indonesia akan semakin masif di tahun ini. Untuk tahun 2017, Kementerian Perdagangan optimis kondisi perekonomian akan membaik. Hal itu karena pemerintah sudah membuat Paket Kebijakan yang fokus untuk meningkatkan iklim usaha di Indonesia.

James Boey

Pada tahun 2017 Kementerian Perdagangan berencana melakukan sosialisasi usaha waralaba pada komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal ataupun bekerja diluar negeri dengan tujuan menjaring para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri untuk menjadi pelaku usaha atau memiliki usaha waralaba saat kembali ke Indonesia dan memanfaatkan kekuatan jaringan diaspora WNI untuk mengembangkan merek waralaba Indonesia diluar negeri.

“Franchise & License Expo Indonesia telah memasuki edisi ke 15, dimana tahun ini acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Café & Brasserie Indonesia & Retail Solution Expo Indonesia. ” Ujar General Manager Reed Panorama Exhibitions, James Boey pada jumpa pers Franchise & License dan Cafe & Brasserie Expo Indonesia 2017 di Jakarta, Rabu (30/8/17).

Benny Soetrisno

Menurutnya Penyelenggaraan Franchise & License Expo Indonesia setiap tahunnya merupakan upaya yang tiada henti untuk selalu mendukung perkembangan industri waralaba di tanah air.

Seiring dengan semakin berkembangnya industri waralaba dan café serta perubahan gaya hidup di masyarakat, tahun ini Franchise & License Expo Indonesia bersamaan dengan Cafe & Brasserie Indonesia dan Retail Solution Expo Indonesia, hadir lebih besar dan menyediakan lebih banyak solusi, kesempatan serta peluang usaha kepada para investor dan pelaku usaha sehingga acara ini mampu menjadi solusi yang tepat dan agenda bisnis yang wajib untuk dikunjungi.

James Boey mengatakan, “Hadirnya 450 brand dari 18 negara dan paviliun dari 5 negara membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan usaha dan para pelaku usaha waralaba Indonesia telah siap untuk go international“.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno menyambut baik dengan memberikan dorongan bagi pebisnis pemula tanpa memulai dari nol. KADIN Indonesia berkomitmen untuk mendorong dan menciptakan iklim usaha yang positif bagi industri waralaba sehingga menumbuhkan ekonomi nasional.

Seiring dengan penyelenggaraan pameran ini, menurutnya begitu banyak peluang untuk melahirkan pengusaha waralaba baru dari berbagai sektor, termasuk F&B, serta e-commerce. Namun, sangat sulit untuk masuk dalam pasar International.

“Melalui penyelenggaraan pameran yang sejalan dengan program pemerintah diharapkan brand lokal dapat go international,” ungkapnya.

Sementara Ketua Umum Waralaba dan lisensi Indonesia (Wali ) dan Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G Supit SH, MH, mengatakan, “Kami melihat trend digitalisasi akan semakin meningkat di masa mendatang yang di dorong oleh permintaan pasar yang kuat”.

“Waralaba lokal kita Support untuk jadi tuan rumah dan go Internastional, untuk bisa survive dalam menghadapi waralaba asing,” ungkap Levita.

Menurutnya, setiap tahun Wali meng-update waralaba Indonesia, anak bangsa, pelaku Usaha untuk menjadi enterpreneur yang bisa berkembang. “Trend waralaba sekarang adalah trend buka cafe (seperti hal nya F&B dan toko bakery ) yang dilakukan secara kelompok dan hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko, kebanyakan yang mendirikan cafe adalah anak muda, yang lama tingga di luar luar negeri, lalu di Indonesia buka cafe,” ungkapnya lebih lanjut.

Ia mengatakan,”Bisnis Franchise ga ada matinya. Saat ini lokal bisnis dapat dimulai dari Rp8 juta dengan trend digital. Cara pemesanan secara online dan siap antar ini memudahkan pebisnis untuk menaikan omset. Namun, ada sisi negatif dari menggunakan digital yaitu restaurant/pebisnis yang memiliki store menjadi sepi pengunjung”.

“Melalui Franchise & License Expo Indonesia 2017 kami berharap potensi waralaba yang ada di Indonesia semakin terlihat oleh mata dunia baik dari segi potensi sumber daya manusia maupun secara potensi ekonomi,” ujarnya.

Kiri ke kanan, Levita G Supit SH, MH, Syafrudin, Benny Soetrisno, dan James Boey pada jumpa pers Franchise & License dan Cafe & Brasserie Expo Indonesia 2017 di Jakarta, Rabu (30/8/17).di Anomali Cafe, Jakarta, Rabu (30/8/17).

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Kopi Special Indonesia (AKSI), Syafrudin, mengatakan “ Kegiatan ini kali kedua kami bergabung dalam Café & Brasserie Indonesia (CBI). Saat ini tumbuh berkembang industri kopi dengan setiap minggunya ada cafe yang buka dan setiap bulanya ada bistro cafe dan kami selalu mengedukasi serta mengajak masyarakat Indonesia, khususnya cara minum kopi dengan baik”.

Melalui CBI 2017, kami dapat mengomunikasikan misi kami tersebut secara efektif karena di ajang ini semua dapat dilakukan secara terintegrasi. Saat ini di Jakarta sendiri ada 800 lebih kedai kopi ujarnya kepada Indonesiatripnews.com.

Café & Brasserie Indonesia 2017 didedikasikan untuk industri café dan brasserie di Indonesia. CBI 2017 merupakan ajang bertemu bagi mitra-mitra utama dalam industri café untuk terhubung, memamerkan, dan memasarkan secara langsung kepada audiens yang tepat; baik itu para pemiik café dan brasserie, investor, maupun para pelaku dan profesional yang berkecimpung di industri.

Pada pameran ini CBI 2017 akan  menjadi tempat untuk membuka pasar baru bagi komoditas kopi dan teh, di mana peserta dari mancanegara maupun lokal, serta instansi pemerintah terkait berkumpul dan mengekspresikan tujuan mereka untuk melakukan ekspansi serta meningkatkan performa bisnisnya di sektor café dan industri terkait. Aktifitas pendukung CBI 2017 meliputi; Kompetisi CBI BAMSKI Championship 2017; Workshop: CBI Roasting Class 2017, Barista Kids, Latte Art, CBI Cupping Session, CBI Bakery Demo.

Untuk memudahkan para pengunjung FLEI & CBI, pihak penyelenggara telah membuka proses pra-pendaftaran melalui situs acara www.franchise-expo.co.id/register dan http://cafebrasserie-expo.co.id/register . Informasi lanjutan dan pendaftaran untuk mengikuti beragam kegiatan seperti seminar, pelatihan, presentasi dan berbagai forum lainnya, dapat diakses melalui www.franchise-expo.co.id dan http://cafebrasserie-expo.co.id (sishi)

Source : https://indonesiatripnews.com 

We use cookies to operate this website and to improve its usability. Full details of what cookies are, why we use them and how you can manage them can be found by reading our Privacy & Cookies page. Please note that by using this site you are consenting to the use of cookies.